Ini humor tentang Gus Dur yang menggambarkan kesetian beliau pada NU dan kesederhanaan beliau. Alkisah, karena didoakan oleh seluruh pemuka2 dan umat lintas agama serta kasih-sayang-Nya.
Tuhan Yang Kuasa memberikan keistimewaan pada Gus Dur untuk memilih surga-surga yang dijanjikan oleh masing2 agama itu. Tuhan: “Gus Dur, silakan pilih surga Islam, Kristen, Katholik, Konghucu, Budha, Hindu, Baha’i, Yahudi, dll”
Gus Dur “apa keistimewaan masing2 surga itu?”
Tuhan menjawab” Surga Islam seperti dalam Alquran, ada kebun2 yg dibawahnya mengalir sungai susu dan madu, ada kasur2 empuk, ada bidadari cantik, kalau Kristen dalam versi Weber yang memberi semangat kapiralisme adalah surga yang modern dan canggih, seperti kota2 maju di dunia. kalau surga Katholik seperti imej dalam aristekur dan lukisan di gereja di abad pertengahan (gaya gotic lahh)…. dst” Tuhan terus menjelaskan masing2 gambaran surga. Gus Dur lama terdiam…
Tuhan: “Bagaimana Gus?”
Gus Dur: “hm… saya tidak tertarik, saya pengen balik ke PBNU”
Gus Dur sambil noleh kanan-kiri “Man.. maan ayoo balik ke PBNU” Gus Dur manggil Sulaiman (asisten pribadi Gus Dur)